Tentang Kami
Agats bukan kota yang bisa dijelajahi dengan buru-buru. Ia dibangun di atas air dan tanah rawa, dihubungkan ratusan jembatan kayu yang sekaligus jadi jalan, tempat orang duduk, dan ruang bertemu. Kalau datang ke sini, jangan cari mall atau kafe kekinian — yang ada adalah pasar ikan pagi, rumah-rumah panggung dengan ukiran khas Asmat, dan suara anak-anak main di jembatan saat air sungai naik.
Kami menulis tentang Agats karena informasi soal kota ini sering tersebar di potongan-potongan kecil: status media sosial, obrolan travel, atau dokumen resmi yang jarang dibaca orang. Portal ini mengumpulkan itu — soal wisata, kuliner seperti sagu dan ikan bakar tepi sungai, juga kebudayaan Asmat yang tetap hidup di tengah perubahan. Semua ditulis oleh orang yang memang tinggal atau pernah lama di sini, bukan hasil salin-tempel.
Sumber Data & Rujukan
- Wikidata, OpenStreetMap, Wikipedia
- Badan Pusat Statistik